Abisai Rollo Buka Musda VI Dewan Kesenian, Benhur Tomi Mano Nyatakan Tidak Maju Lagi
tvpapua.com, Jayapura, 27/10
JAYAPURA – Musyawarah Daerah (Musda) Ke-VI Dewan Kesenian Tanah Papua Wilayah Adat Tabi Kota Jayapura resmi dibuka oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, pada Selasa (27/10/2026).
Musda yang menjadi ajang regenerasi kepemimpinan ini digelar untuk memilih ketua baru dan menyusun arah kebijakan organisasi kesenian untuk lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Abisai Rollo menyebut Dewan Kesenian selama ini telah dipimpin oleh Benhur Tomi Mano selama dua periode. Ia berharap Musda kali ini melahirkan sosok baru yang mampu membawa organisasi lebih aktif, produktif, dan dekat dengan generasi muda.
Menurut Abisai, seni dan budaya harus menjadi wadah positif bagi anak-anak Port Numbay untuk menyalurkan bakat dan kreativitas, sekaligus menjauhkan mereka dari pengaruh negatif narkoba, ganja, dan minuman keras.
Momentum Musda VI ini juga menjadi penegasan sikap dari Ketua DKTP Wilayah Budaya Tabi Kota Jayapura Periode 2020–2025, Dr. Benhur Tomi Mano.
Dalam sambutannya, BTM menyampaikan bahwa Musda ke-VI merupakan tonggak penting bagi perjalanan organisasi. Ia pun secara terbuka menyatakan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai ketua.
“Saya telah mendapat kepercayaan memimpin organisasi ini selama dua periode. Tentu selama perjalanan tersebut, ada banyak pengalaman, kebersamaan, tantangan, dan pelajaran yang kita peroleh,” ungkapnya.
BTM tidak menampik bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang belum tuntas. Ia mengakui masih ada harapan para seniman yang belum terjawab, program yang belum berjalan optimal, hingga komunitas yang belum sepenuhnya tersentuh pembinaan.
“Saya tidak ingin menutup mata terhadap kenyataan tersebut. Pemimpin harus berani berbicara soal keberhasilan, tapi juga berani mengakui apa yang belum berhasil dikerjakan. Organisasi ini bukan milik Benhur Tomi Mano, melainkan rumah bersama seluruh seniman dan budayawan Kota Jayapura,” tegasnya.
Ia menegaskan, keputusan untuk tidak maju bukan berarti berhenti mencintai seni dan budaya. Langkah tersebut diambil demi membuka ruang penyegaran, regenerasi kepemimpinan, dan lahirnya gagasan-gagasan baru untuk kemajuan Dewan Kesenian.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda VI Matias Benoni Mano menyebut Musda ini menjadi upaya mengaktifkan kembali roda organisasi yang sempat vakum cukup lama.
Agenda utama yang dibahas meliputi penyempurnaan AD/ART, perampingan struktur kepengurusan agar lebih efektif, serta penyusunan program kerja periode 2026-2031 yang lebih terukur dan realistis.
Salah satu usulan yang mencuat adalah perubahan nama organisasi menjadi Dewan Kesenian Port Numbay, yang akan dikaji lebih dalam dalam sidang komisi.
“Siapa pun yang terpilih menjadi Ketua Dewan Kesenian bukan hanya harus memahami seni dan budaya, tetapi juga harus memahami bagaimana mengelola sebuah organisasi,” ujar Matias.
Musda VI ini diikuti 25 utusan sanggar seni se-Kota Jayapura, pengurus Dewan Kesenian Provinsi Papua, pengurus Dewan Kesenian Kota periode 2020-2025, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata, tokoh masyarakat, akademisi, dan pemerhati seni budaya. (QB)

