Ubah Manajemen hingga Gaet Alexsandro, Persipura Tatap Musim Baru dengan Target Promosi

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 30/08

JAYAPURA — Manajemen Persipura Jayapura resmi mengumumkan skuad akhir yang berkekuatan 35 pemain untuk mengarungi kompetisi musim baru.

Mengusung target utama promosi kembali ke Liga 1, tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut melakukan langkah strategis berupa perombakan manajemen, penunjukan manajer tim baru, hingga perekrutan penyerang anyar, Alexsandro, untuk memperkuat lini depan.

Presiden Direktur PT Nusantara Cendrawasih Karsa, Owen Rahadiyan, menjelaskan, awalnya manajemen hanya merencanakan kuota 32 pemain, namun jumlahnya dinaikkan menjadi 35 pemain demi memaksimalkan seluruh potensi yang ada.

Dari total tersebut, sebanyak delapan pemain merupakan hasil seleksi reguler di Stadion Mandala, Jayapura. Selain itu, lini serang Persipura mendapat suntikan amunisi baru melalui kedatangan penyerang kejutan, Alexsandro, yang dijadwalkan mendarat di Jakarta.

Terkait rekrutmen Alexsandro, Owen menegaskan, status sang pemain adalah kontrak langsung secara permanen dengan Persipura, bukan merupakan pemain pinjaman dari luar Papua. Perekrutan ini juga didasari oleh keselarasan visi antara pengusaha lokal dan manajemen SAGA di bawah pimpinan Pak Geri, yang memiliki beragam program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi komunitas di Papua.

“Striker ini tentunya melalui seleksi. Kita jujur mencari satu striker yang bisa adaptasi cepat juga ya agak sulit. Dan saya rasa Alexsandro, dia juga sudah pernah main di Papua, dia pernah membawa tim Papua juga naik ke Liga 1, tahu cara budaya anak-anak Papua dan saya rasa itu bisa adaptasi dengan cepat dan bisa menjaga sinergi ini,” ujar Owen.

Restrukturisasi Manajerial dan Kesehatan Finansial Klub

Mengenai sponsor utama, manajemen Persipura memilih untuk menghormati proses yang sedang berjalan dan memutuskan menunda kerja sama resmi hingga tim dipastikan berlaga kembali di Liga 1. Kendati demikian, kesiapan infrastruktur komersial klub seperti toko resmi (store) dan stok merchandise dinyatakan jauh lebih siap dibandingkan musim sebelumnya untuk menopang finansial tim.

Dalam upaya menjaga keberlanjutan (sustainability) dan kesehatan finansial jangka panjang, Owen Rahadiyan secara resmi mengundurkan diri dari posisi manajer tim dan menyerahkan tampuk kepemimpinan tim kepada Ibu Eveline.

“Satu klub harus bisa secara finansial harus independen. Ya kita butuh sponsor. Tapi harus balancing antara sponsor dan juga financial health klub ini. Banyak klub yang musim ini jor-joran. Dan peraturan di FIFA juga makin lama makin ketat, license club juga makin ketat dari PSSI. Hal-hal inilah yang mungkin butuh fokus di luar lapangan juga. Maka itu dengan kemarin saya mengundurkan diri dari tim manajer karena saya juga saya rasa musim lalu saya sudah all out, sudah mengetahui kondisi di tim, kondisi official kita juga, karakter-karakter pemain, jadi saya bisa serahkan itu kepada Ibu manajer yang baru dan saya fokus untuk sustainability klub ini ke depan,” kata Owen.

Owen menambahkan, penunjukan Ibu Eveline sebagai manajer tim yang baru didasari oleh kedekatan emosional dan pemahaman mendalam terhadap karakter tim serta keluarga para pemain, yang diharapkan mampu menghadirkan keseimbangan antara asas kekeluargaan dan profesionalisme.

“Jadi, satu posisi manajer tim Persipura itu sangat sensitif. Dan tentunya sangat rentan disalahgunakan juga posisi ini. Dan buat saya mau taruh orang yang saya bisa percaya juga banyak. Dan Ibu Eveline juga walaupun dia tidak terlibat di tim secara langsung, tapi musim lalu kan dia selalu banyak di tim. Di mana-mana anak-anak kita berada, dia selalu hadir dan dia sangat tahu karakter tim kita sendiri, bahkan bukan cuma pemain, tapi sampai keluarganya pemain. Dan kembali lagi, Persipura ini adalah klub kekeluargaan, tapi profesional. Nah, dengan harapan dia bisa memberi keseimbangan itu,” ujarnya.

Filosofi Permainan, Peran Direktur Teknik, dan Laga Tandang

Dari sisi teknis, tim pelatih yang dipimpin oleh Coach Alfredo Vera bersama Coach Andri terus mematangkan taktik melalui rangkaian pemusatan latihan (TC) dan uji coba, termasuk saat menghadapi Java United.

Ia juga menegaskan peran vital jajaran kepelatihan berjenjang serta struktur Direktur Sepak Bola untuk menjaga identitas dan gaya permainan khas Papua.

“Saya kemarin jujur lihat waktu-waktu mereka main lawan Java United. Saya lihat sangat beda permainan dengan musim lalu ya jauh lebih tenang dan saya lihat materi coach juga ada programnya tersendiri dan itu telah berbuah hasil di Java United. Tujuannya kita latihan TC ini kan ya untuk bongkar pasang bongkar pasang pemain untuk mencari posisi yang tepat. Kembali lagi, coach Alfredo juga baru di Persipura terakhir beliau di sini tahun 2016. Ya, jadi banyak pemain-pemain mungkin yang dulu kenal, mungkin saat ini ada beberapa ada perbedaan, adaptasi baru, tapi satu hal yang sangat respek dengan coach Alfredo, dengan coach Andri adalah mereka sangat menyukai untuk kasih coaching clinic kepada anak-anak Papua. Jadi one on one, apa yang perlu diperbaiki gitu dan punya pandangan long-term. Kembali lagi, target coach bukan hanya untuk satu musim, dua musim ya, tapi DNA cara bermain Persipura di lapangan ini harus dikontrol oleh satu direktur sepak bola. Itulah fungsi coach Alfredo,” kata Owen.

Ia menegaskan, pentingnya menjaga filosofi permainan khas Papua agar tidak tergerus meskipun terjadi pergantian pelatih di masa depan.

“Karena dia yang akan mengetahui DNA klub bola ini seperti apa. Jadi mau ada perubahan coach siapapun itu tidak melupakan DNA cara bermain Persipura. Anak-anak Papua ini punya ciri khas permainan yang kayak Joga Bonito kayak di Brazil ya. Dan itu yang kita pertahankan dan kita akan ingat lah DNA Persipura,” ujarnya.

Mengenai komposisi pemain, owen mengatakan, keputusan menit bermain berada penuh di tangan pelatih berdasarkan kontribusi teknis di lapangan. Kendati dihuni beberapa pemain senior yang sebagian diproyeksikan menjalani musim terakhir sebelum bertransisi ke jalur manajemen atau kepelatihan kehadiran pemain muda menandai mulainya proses regenerasi jangka panjang.

Mengarungi awal musim baru, Persipura dihadapkan pada tantangan laga tandang berturut-turut tanpa laga kandang di awal kompetisi, yang berdampak pada minus satu poin awal. Tim diproyeksikan kembali berlaga di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Lukas Enembe pada putaran kedua yang dijadwalkan berkisar antara bulan November atau awal Desember.

“Yang pasti mirip-mirip kayak musim lalu. Tapi kan ini kita kena beban, karena tidak ada home game. Tapi di satu sisi kita juga punya infrastruktur-infrastruktur seperti store, merchandise kita lebih siap, jadi akan menutup lah. Yang pasti kita butuh dukungan penonton untuk datang waktu putaran kedua. Kita akan main di Lukas Enembe,” tutup Owen. (Rio/Djaps)