Sekda Hana : Musrembang Distrik Wilayah Pembangunan III Jangan Hanya Seremonial Saja

Spread the love
Sekda Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi saat memberikan bantuan kepada sejumlah Kepala Distrik di Wilayah Pembangunan III usai membuka Musrenbang Distrik Wilayah Pembangunan III di Kantor Distrik Gresi Selatan/ Istimewa

tvpapua.com, Jayapura, 04/03

Sentani – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi mengatakan, Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang digelar setiap tahun pada tingkat Kampung hingga Kabupaten tidak dilakukan sebatas seremonial saja. 

Penegasan Sekda ini disampaikan pada acara pembukaan Musrenbang Distrik Wilayah Pembangunan III di Kantor Distrik Gresi Selatan, Kampung Bangai, Distrik Gresi Selatan, Kabupaten Jayapura, Jumat (3/3/2023).

Dikatakan, infrastruktur jalan dan jembatan dari Distrik Nimbokrang menuju ke Distrik Gresi Selatan, wajib menjadi perhatian dan fokus kita sebagai Pemerintah Daerah. Kepada Instansi teknis dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum, ini catatan besar dan penting agar diperhatikan dalam program kerja saat ini dan yang akan datang.

“Hari ini kita bisa sampai di kantor distrik gresi selatan dengan kendaraan, lalu bagaimana dengan masyarakat di daerah ini yang akan bawa hasil kebun ke pasar, dengan kondisi jalan dan jarak yang cukup jauh,” jelasnya.

Hikoyabi juga menegaskan, dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPK) dalam Musrenbang saat ini, topik utamanya adalah infrastruktur jalan dan jembatan (konektifitas) dari satu Kampung ke Kampung lain. 

“Kita tidak boleh menipu masyarakat, disini bicara lain disana bicara lain. Sudah banyak hasil suara mereka yang digunakan untuk mengantar kita berada pada kursi kekuasaan, lalu apa balasan nya bagi mereka,” tegasnya. 

Menurutnya, konektivitas antar wilayah sangat penting dan bukan hal baru dalam rentang pelaksanaan program pembangunan oleh Pemerintah Daerah kepada masyarakat. Tetapi bukti nyata seperti saat ini, ada indikasi pejabat yang serius bekerja dan ada yang tidak sama sekali bekerja berdasarkan tugas dan fungsinya. 

“Pimpinan ditingkat distrik, hal-hal yang sifatnya urgen seperti ini segera dikoordinasikan dengan cepat. Apa jadinya, jika distrik tidak merasa bahwa hal ini penting dalam semua proses pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya. 

Lanjut mantan Kepala Bappeda Kabupaten Jayapura ini bahwa Kampung Bangai menjadi indikator situasi dan kondisi infrastruktur jalan di Wilayah Pembangunan III dan masih banyak Kampung yang hingga saat ini tinggal dalam kondisi yang gelap gulita tanpa ada pelayanan publik yang baik.

“Dari musrenbang yang dilaksanakan ini, konektifitas adalah hal utama yang diperhatikan,” ucap Hikoyabi.

Sementara itu, Kepala Kampung Bangai, Yakob Udam menjelaskan,akses jalan dari Distrik Yapsi menuju Distrik Gresi Selatan kondisinya sangat memprihatinkan selama belasan tahun. Dari sejumlah Musrenbang diusulkan hingga saat ini tidak pernah direspon. 

“Perangkat daerah, khususnya dinas teknis sepertinya menganggap apa yang kita usulkan ini adalah hal yang biasa dan tidak penting. Setiap musrenbang kampung, tidak ada usulan lain selain jalan dan jembatan yang kami usulkan secara rutin,” katanya. (YE)

%d blogger menyukai ini: