Wagub : Status Papua Masih Adaptasi New Normal

Suasana Rapat Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua/ QB

tvpapua.com, Jayapura, 29/09

JAYAPURA – Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengatakan hingga 28 hari kedepan status Papua masih Adaptasi New Normal, untuk itu diberikan kewenangan kepada Kepala Daerah menetapkan kebijakan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Papua tetap konsisten dengan status Adaptasi New Normal, untuk semua kebijakan dikembalikan ke Kabupaten/Kota,” katanya usai memimpin rapat penanganan Covid-19 Povinsi Papua, di Jayapura, Selasa (29/09).

Wagub menegaskan, Provinsi Papua hanya mengatur kerangka penanganan covid secara umum dengan melihat situasi yang ada, namun kebijakan pembatasan sosial diberikan kepada masing-masing Kepala Daerah Kabupaten/Kota.

“Kebijakan diberikan kepada kepala daerah, karena mereka lebih mengetahui kondisi di wilayahnya, selain itu ada satgas Covid-19 di masing-masing daerah,” tegasnya.

Menurut Klemen Tinal, peningkatan Covid-19 saat ini disebabkan transmisi lokal. Hal itu karena kurangnya tingkat kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Kondisi saat ini terjadi peningkatan dua kali lipat dibandingkan dengan sebelumnya, jadi masyarakat harus sadar, karena virus ini benar-benar ada, penularannya bukan lagi dari klaster luar  melainkan adanya transmisi lokal yang ada di Papua,” ujarnya.

Untuk itu Wagub meminta kepada Pjs Bupati yang baru dilantik agar memastikan protokol kesehatan dipatuhi dan ditaati selama masa kampanye.

“Tolong hal itu jangan diabaikan khususnya kepada para calon yang akan maju, apabila dilanggar silahkan di diskualifikasi, kita butuh pemimpin yang memberikan contoh baik kepada masyarakat,” tandasnya.

Lanjutnya, bagi tujuh kabupaten yang berada di zona hijau, tetap dipertahankan sebab di wilayah Pegunungan seperti Kabupaten Tolikara,Lanny jaya dan Jaya Wijaya sudah masuk dalam zona merah.

“Kabupaten yang ada di wilayah Pegunungan, dulu ada pada zona hijau kini sudah masuk zona merah, beberapa kabupaten tersebut merupakan pintu masuk ke wilayah gunung,” tandasnya. (QB)

%d blogger menyukai ini: