Pasca Penolakan Pasien, Pemprov Papua Tinjau RSUD Jayapura

Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Muhammad Musa’ad/ QB

tvpapua.com, Jayapura, 30/06

JAYAPURA – Pasca penolakan pasien korban lakalantas, Pemerintah Provinsi Papua kunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura, Senin (29/06).

Kunjungan tersebut dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua Muhammad Musa’ad didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Robby Kayame, Kepala Bappeda Provinsi Yohanes Walilo, Inspektur Provinsi Anggiat Situmorang, Ketua Harian Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi William Manderi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jery Yudianto, turut hadir Direktur RSUD Jayapura Aloysius Giyai dan Staf.

Muhammad Musa’ad usai kunjungan kepada wartawan mengatakan kedatangannya bersama rombongan untuk melihat secara langsung kondisi dan penanganan di RSUD Jayapura terutama pasca adanya penolakan terhadap pasien korban lakalantas yang beredar di pelbagai media hingga menyebabkan meninggal dunia.

“Hari ini kami mendapat penjelasan bahwa pada saat kejadian, dokter yang menangani saat itu tidak melakukan penolakan,” terangnya.

“Dijelaskan saat itu pihak RSUD masih melakukan penanganan terhadap korban, namun kapasitas ruangan yang penuh, sehingga dengan terpaksa dilakukan pelayanan kedaruratan dilantai,” sambungnya.

Musa’ad menjelaskan hal ini kemudian dikomunikasikan dengan pihak keluarga, karena merasa keberatan, maka diputuskan dibawa ke RS Marthen Indey.

“Sebelum dibawa ke RS Marthen Indey, telah dilakukan koordinasi terlebih dahulu antar kedua rumah sakit, itu menurut teman-teman di RSUD Jayapura,” jelasnya.

Menurutnya kondisi seperti ini, posisi Pemerintah tidak melihat benar atau salahnya tetapi pihaknya melakukan sesuai dengan perintah pimpinan dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur Papua untuk melihat secara langsung kondisi di RSUD Jayapura, dan pada kenyataannya pihaknya menemukan banyak pasien bukan hanya pasien Covid saja.

“Memang hari ini kita temukan banyak pasien yang ditangani pihak rumah sakit, selain menangani pasien Covid-19 sekitar 30 persen merupakan pasien non Covid,” tandasnya. (QB)

Post Tagged with , ,

%d blogger menyukai ini: