Dorong UMKM Naik Kelas, Bank Indonesia Akselerasi Transformasi Digital UMKM Papua Melalui Tiga Strategi Utama

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 23/08

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) terus mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk go digital dan naik kelas melalui akselerasi tiga strategi utama, yaitu e-farming, e-commerce, dan e-financing.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pembukaan Innovation Talk Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 bertema “Akselerasi Transformasi Digital UMKM: Integrasi Inovasi Digital Menuju UMKM Naik Level” di Jakarta Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh peserta dari kementerian/lembaga, UMKM binaan, akademisi, dan lembaga keuangan dari seluruh Indonesia ini turut dihadiri oleh UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua (KPw BI Prov. Papua).

Transformasi digital dinilai menjadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing ekonomi di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

Dalam sambutannya, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menegaskan pentingnya integrasi strategi digital bagi pelaku UMKM.

“Transformasi digital menjadi semakin penting untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital. Untuk itu, Bank Indonesia terus mendorong UMKM untuk go digital melalui tiga strategi utama, yaitu: (i) e-farming melalui digital farming untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, (ii) e-commerce melalui onboarding UMKM untuk memperluas akses pasar digital, dan (iii) e-financing melalui Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) untuk memperkuat pencatatan laporan keuangan dan akses pembiayaan,” kata Filianingsih Hendarta.

​​Selain penerapan tiga strategi utama, penguatan ekosistem inovasi digital diperkuat melalui pengembangan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI). PIDI merupakan wujud sinergi BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan mitra strategis untuk menghasilkan solusi digital terapan yang mudah diadopsi oleh UMKM.

Akselerasi digital ini juga tefleksikan dari perluasan akseptasi pembayaran digital via QRIS. Hingga Juni 2026, QRIS secara nasional telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant (96,68% di antaranya UMKM).

Di Provinsi Papua dan Daerah Otonomi Baru (DOB), nilai transaksi QRIS pada triwulan I 2026 mencatatkan capaian positif sebesar Rp2,61 triliun (tumbuh 7,84% yoy) dengan pertumbuhan jumlah merchant sebesar 12,98% (yoy).

Peningkatan ini didukung oleh pendampingan berkelanjutan dari KPw BI Prov. Papua, seperti fasilitasi business matching ekspor UMKM Papua Global Spices serta penyelenggaraan Festival Kopi Papua (Feskop) 2026 yang berhasil meraup omzet Rp1,13 miliar dan business matching Rp2,46 miliar.

​Implementasi E-Commerce dan E-Farming di Papua

Di sisi hulu, KPw BI Prov. Papua terus memperluas akses pasar. Setelah berhasil meng-ONBOARDING-kan 54 UMKM ke platform e-commerce sepanjang 2020–2025, program ini dilanjutkan pada tahun 2026 dengan melibatkan 50 UMKM baru di sektor kriya (craft), busana (fashion), makanan & minuman, serta kopi.

Sementara itu, efisiensi pertanian dilakukan melalui program e-farming pada kelompok tani (poktan) binaan seperti Poktan Arpat Jaya, Ponpes Latifah Mubarokah, Poktan Kaipoa, Poktan Karya Makmur, Poktan Maju Jaya, dan Ponpes Al Munawwaroh.

Salah satu bentuk konkretnya adalah bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa sistem irigasi tetes kepada Kelompok Tani Maju Makmur di Merauke. Bantuan ini mampu menghemat air hingga 50% serta meningkatkan produktivitas cabai dari 4 ton menjadi 5 ton per hektare.
​

Bank Indonesia, termasuk KPw BI Prov. Papua, akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengakselerasi transformasi digital UMKM.

​Dengan semangat Beudaya MeusareSare, Berdaya Bersama-sama, transformasi digital diharapkan mampu melahirkan UMKM Papua yang semakin adaptif, inovatif, dan berdaya saing untuk tumbuh dan naik kelas, serta menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Papua dan Indonesia ke depan. (***)