Antisipasi Dampak El Nino, PT Air Minum Jayapura Siapkan Satgas Kekeringan dan Mobil Tangki

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 22/08

JAYAPURA — PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) mencatat adanya penurunan kapasitas produksi air bersih akibat fenomena El Nino yang melanda wilayah Papua. Meski demikian, manajemen memastikan pasokan air kepada pelanggan tetap diupayakan optimal melalui berbagai strategi antisipasi.

Direktur Utama PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda), Entis Sutisna, menyampaikan, kondisi ini telah diprediksi sebelumnya oleh BMKG dan terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

“Ya, kebetulan sesuai dengan prediksi BMKG ya yang dirilis bulan lalu, saya juga mendapatkan informasi bahwa gejala El Nino sudah terjadi ya di beberapa wilayah di Indonesia. Dan memang kalau saya lihat teman-teman BUMD air minum di Indonesia itu ada beberapa wilayah ya di Maluku, Makassar, dan juga di Jawa Barat ya, itu mengalami penurunan produksi air bersih,” kata Entis Sutisna, Jumat (21/08).

Dirinya mengatakan, saat ini pihak perusahaan mengelola puluhan titik sumber air yang tersebar di wilayah kota maupun kabupaten.

“Nah, kami sendiri PT Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani Perseroda itu mengelola 23 titik sumber air ya, yang 3 ada di wilayah kabupaten, kemudian 20 sumber air yang berada di wilayah kota. Nah, total daripada kapasitas produksi kami itu 925 liter per detik. Tetapi kalau dilihat kondisi yang saat ini ada, itu memang baru 715 liter per detik ya yang saat ini baru bisa kita manfaatkan. Karena kenapa terjadi begitu? Karena memang terjadi fluktuasi penurunan di area sumber air,” ujarnya.

Entis menambahkan, penurunan kapasitas produksi dari 23 titik sumber air tersebut terasa di beberapa lokasi intake utama.

“Nah, dari 715 liter per detik ini yang terproduksi dari 23 sumber air, itu juga saat ini mengalami juga penurunan ya di beberapa sumber air, terutama di intake Entrop, kemudian di Kamp Wolker, dan juga di Anafre. Nah ini, nah saya kira tidak terlalu parah sih sebenarnya apa gejala El Nino yang ada di wilayah Papua ini yang kami rasakan. Karena seminggu ini praktis di hulu masih ada hujan ya terjadi seminggu itu dua kali. Walaupun sebenarnya idealnya itu bisa 4 sampai 5 hari turun hujan dalam seminggu itu bisa memastikan layanan air bersih. Tapi dengan masih adanya dua hari dalam seminggu hujan, ini juga bisa membantu ya distribusi air kepada pelanggan,” katanya.

Untuk mengatasi dampak kemarau dan menjaga kualitas serta kontinuitas air, PT Air Minum Jayapura menjalankan beberapa langkah konkret di lapangan:

  1. Pemagaran Sumber Air dan Penertiban

Langkah pertama yang dilakukan adalah membatasi akses masyarakat umum ke cekungan penampungan air (dam) agar air tidak tercemar atau terganggu distribusinya.

“Nah, untuk itulah kami berharap bahwa dalam kondisi kemarau seperti ini, ada beberapa hal yang kami lakukan ya. Yang pertama, saat ini kami melakukan pemagaran di beberapa area sumber air untuk mengurangi akses masyarakat ya ke area sumber air. Karena banyak ternyata di beberapa titik itu warga masyarakat yang mungkin melihat ada tampungan air di kita punya sumber dalam bentuk dam ya cekungan, sehingga banyak yang mandi-mandi di situ. Nah, padahal itu adalah sumber air kita yang kita akan distribusikan kepada masyarakat melalui reservoir yang ada. Nah, untuk sementara memang di Kamp Wolker di sebelah kiri itu kita tidak fungsikan ya. Jadi air sekarang praktis kita maksimalkan di sebelah kanan dengan harapan bahwa tidak lagi ada masyarakat yang melakukan aktivitas berenang di Kamp Wolker. Kemudian kami juga melakukan pemagaran di area sumber air,” ujar Entis.

  1. Pemeliharaan Rutin dan Pemasangan Strainer

Petugas di lapangan dikerahkan secara berkala untuk membersihkan material sampah hutan yang berpotensi menyumbat pipa intake selama musim kemarau.

“Nah, kemudian berikutnya melihat bahwa memang saat ini hujan turun itu rata-rata seminggu dua kali, secara rutin tim saya di 6 cabang pelayanan itu melakukan kegiatan pemeliharaan rutin ya. Jadi beberapa sumber air itu ada tim yang melakukan pemantauan musim kemarau dengan melakukan pembersihan di area intake. Karena memang ternyata begitu kemarau ini, banyak material-material di hutan itu masuk ke area sumber air seperti kayak pepohonan ya, kemudian batang-batang kayu yang kering, dan ini praktis menghambat juga di aliran sungai ya, terutama di mulut pipa kita. Nah, selain itu untuk menjaga juga khawatir seperti pepohonan dan dedaunan, kami juga pasang strainer di seluruh area sumber air,” katanya.

  1. Penanganan Kebocoran Pipa Utama

Upaya optimasi pelayanan juga dilakukan dengan menambal titik-titik kebocoran pipa utama guna mengembalikan debit air secara maksimal ke wilayah pemukiman yang jauh.

“Kami berharap bahwa walaupun hujan ini memang berkurang durasinya dalam kurun seminggu, teman-teman di teknis ya di lapangan juga melakukan optimalisasi pelayanan dan juga saat ini mengidentifikasi kebocoran-kebocoran ya. Kemarin sudah ada dua titik yang kita perbaiki di Pancakarsa dan di Jalan Alternatif di Perumnas 3. Nah, itu adalah titik-titik pipa utama kita yang bocor dan ternyata alhamdulillah dengan perbaikan kebocoran pipa Kojabu yang besarnya antara 450 mm itu sudah bisa membantu penambahan kapasitas produksi kami, debit yang masuk ke titik terjauh terutama di Pasir 2 itu sudah bisa maksimal seperti itu,” ujarnya.

  1. Pembentukan Satgas Kekeringan dan Mobil Tangki Emergency

Menghadapi puncaknya musim kemarau hingga Oktober mendatang, manajemen membentuk satuan tugas khusus serta menyiapkan armada tangki darurat.

“Saya kira kalau kita sudah nanti melewati Oktober, menurut prediksi dari BMKG itu akan normal kembali. Jadi memang untuk September-Oktober ini kami masih melakukan pemantauan. Kita bentuk beberapa personel untuk melakukan semacam satgas ya, satgas antisipasi kekeringan, terutama untuk antisipasi di musim kemarau. Jadi teman-teman sudah siap, dan selain itu juga karena kebetulan kan 23 sumber air kemudian terpisah-pisah, jadi ada wilayah yang kapasitas produksinya tinggi ada juga yang kurang. Nah, selain itu disiagakan juga ada 5 armada mobil tangki ya. Sewaktu-waktu kalau misalnya ada gangguan di beberapa wilayah yang terdampak, nah nanti kita bisa ambilkan mobil tangki untuk mengambil,” katanya.

Ia menambahkan, cadangan air untuk mobil tangki telah disiapkan di beberapa lokasi strategis.

“Ada sementara ini ada 4 titik pengambilan, yaitu di TMB juga ada satu titik pengambilan mobil tangki reservoir di situ, kemudian ada di Kota di Biak, kemudian di kantor pusat di kami juga ada, dan nanti kalau ada hal-hal yang sifatnya emergency juga bisa kita manfaatkan yang di Skyline seperti itu,” ujar Entis. (Rio)