USTJ dan Pemkot Jayapura Luncurkan Website Wisata Kampung Tobati untuk Dorong Ekonomi Kreatif

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 11/08

JAYAPURA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura bersama Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) resmi meluncurkan website destinasi wisata Kampung Tobati. Acara serah terima dan peluncuran ini berlangsung di Aula Kampung Tobati pada Selasa (11/8/2026).
Website ini merupakan hasil nyata dari program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) yang dilakukan oleh para mahasiswa USTJ selama kurang lebih satu bulan di kampung tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, S.IP., M.Si., saat membacakan sambutan tertulis Wali Kota Jayapura, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para mahasiswa Kukerta USTJ.

“Kami memandang bahwa kegiatan ini bukan sekadar serah terima sebuah produk teknologi atau launching website. Tetapi merupakan wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah kampung, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berbasis teknologi informasi,” ujar Richard saat membacakan sambutan Wali Kota.

Wali Kota juga berpesan agar website ini dijadikan media promosi dan etalase digital. Melalui platform ini, keindahan alam, budaya, kehidupan masyarakat, serta produk lokal Kampung Tobati dapat diperkenalkan secara luas hingga ke mancanegara.

Pemkot Jayapura meminta kepada pemerintah kampung agar pengelolaan website tidak berhenti setelah acara serah terima selesai. Website tersebut harus diperbarui secara berkala dengan informasi yang aktual dan menarik.

“Website ini harus menjadi pintu masuk untuk membuka peluang yang lebih besar bagi pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kampung Tobati,” tambahnya.

Di sisi lain, promosi wisata ini juga harus berjalan seiring dengan komitmen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, keamanan, keramaian, serta nilai-nilai adat setempat.

Kepala Kampung Tobati, David Merauje, menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa Kukerta USTJ selama hampir tiga minggu ini memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat setempat.

Selain pembuatan website, para mahasiswa juga melakukan program pemberdayaan UMKM, salah satunya adalah pelatihan pembuatan abon ikan. Uniknya, abon yang dibuat menggunakan bahan dasar ikan bubara, yang berbeda dari abon ikan cakalang atau tuna pada umumnya.

“Kehadiran mahasiswa Kukerta ini sangat membantu kami di pemerintah Kampung Tobati, terutama dalam hal pemberdayaan masyarakat melalui UMKM dan pengelolaan website kampung,” kata David Merauje.

Terkait pengelolaan website ke depan, David menegaskan bahwa pihak kampung akan menyiapkan operator khusus. Pemerintah kampung juga akan tetap berkoordinasi dan meminta pendampingan lanjutan dari para dosen serta mahasiswa USTJ.

“Kami ingin supaya nanti ada aparat kampung atau operator kampung yang kami siapkan untuk mengelola website yang sudah di-launching tadi, karena kami masih membutuhkan pendampingan,” pungkasnya. (QB)