Berdayakan Ekonomi Orang Asli Papua, Pemkot Jayapura Salurkan Hibah Alat Pengolah Ikan dari Dana Otsus 2026

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 10/08

JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perikanan resmi menyalurkan bantuan hibah peralatan pengolahan hasil perikanan sekaligus menggelar pelatihan diversifikasi produk bagi pelaku usaha mikro di Outlet Pengolahan Hasil Perikanan Kota Jayapura, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang dibiayai oleh Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2026 ini menyasar para pelaku usaha pemula dari Kampung Skouw Yambe, Kampung Skouw Sae, dan komunitas Pemuda Gereja Port Numbay.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata manifestasi visi dan misi pemerintah daerah untuk memberikan ruang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta menciptakan lapangan kerja, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP).

“Hari ini pemerintah kota memberikan bantuan peralatan untuk usaha kecil menengah diversifikasi olahan ikan. Ini salah satu bentuk komitmen kita untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat dari bawah,” ujar Rustan Saru.

Rustan Saru menjelaskan bahwa diversifikasi produk sangat krusial agar hasil perikanan lokal memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan tahan lama dibandingkan hanya menjual ikan mentah. Melalui bantuan alat pengolahan ini, masyarakat didorong untuk memproduksi variasi pangan seperti abon ikan, bakso ikan, hingga kerupuk.
Meski demikian, ia mengingatkan para peserta untuk tidak mengabaikan kualitas produk demi keuntungan instan.

“Jaga kualitas dan rasa, jangan dikurangi takarannya karena bahan baku mahal. Kita ingin produk lokal Port Numbay ini menjadi kebanggaan yang bisa bersaing,” tegasnya.

Pemkot Jayapura juga berkomitmen membantu aspek pengemasan (branding) hingga pemasaran. Sesuai regulasi yang berlaku, ritel modern seperti Indomaret, Alfamidi, Hypermart, dan Saga wajib memberi ruang bagi produk UMKM lokal tanpa dipungut biaya. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) bersama pembina UMKM akan dikerahkan untuk mengawal akses pasar tersebut, termasuk menjajaki kerja sama lewat Koperasi Merah Putih.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Matheys Sibi, S.St.Pi, M.Si, melaporkan bahwa momentum hari ini sekaligus menandai difungsikannya kembali Outlet Pengolahan Hasil Perikanan yang sempat rusak akibat musibah banjir beberapa waktu lalu. Setelah melalui proses pembenahan intensif selama dua tahun terakhir, kompleks yang dilengkapi fasilitas pengasapan, kolam budidaya, dan showroom produk ini siap menjadi pusat pelatihan warga.

“Banyak pelaku usaha pemula yang punya semangat, tapi terkendala prasarana. Tahun ini, selain masyarakat kampung pesisir, kami juga mulai merangkul pemuda gereja sebagai sasaran pemberdayaan,” ungkap Matheys Sibi.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Matheys berharap pemerintah kampung turut memberikan dukungan melalui alokasi dana kampung bagi kelompok usaha yang telah dibina, sehingga aktivitas produksi tidak berhenti pasca-pelatihan.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIT ini melibatkan instruktur profesional dari Kementerian Kelautan dan Perikanan guna memastikan para peserta menyerap ilmu pengolahan yang sudah teruji di daerah lain.

Total penerima manfaat langsung dalam program ini berjumlah 21 orang, dengan rincian:

  • Kampung Skouw Yambe: 5 orang
  • Kampung Skouw Sae: 5 orang
  • Pemuda Gereja Port Numbay: 11 orang

Setiap penerima manfaat membawa pulang paket peralatan penunjang usaha lengkap, yang terdiri dari food processor, blender, timbangan digital, kompor, wajan, panci, dandang, serta baskom stainless steel. (QB).