Wujudkan ‘Tahun Kepedulian’, GKI di Tanah Papua Gelar Hari Doa Syukur Disabilitas Pertama

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 30/07

JAYAPURA – Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua mencetak sejarah baru dengan menggelar Hari Doa Syukur Disabilitas yang pertama. Acara yang berlangsung khusyuk dan penuh hikmat ini dilaksanakan di Graha SARA, Gedung Serba Guna (GSG) Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, pada Rabu (29/7/26).

Kegiatan ini sekaligus menandai ditetapkannya tanggal 29 Juli sebagai Hari Peduli Disabilitas resmi oleh GKI di Tanah Papua. Momen ini menjadi komitmen berkelanjutan gereja untuk memberikan perhatian khusus dan ruang bagi penyandang disabilitas.

Ibadah Penuh Hikmat dan Talenta Luar Biasa

Sebelum ibadah dimulai, acara diawali dengan aksi nyata berupa penyerahan sertifikat serta bantuan kaki buatan kepada para penyandang disabilitas yang menjadi penerima manfaat.

Setelah itu, ibadah dipimpin oleh Pdt. A. Takayeitouw, M.Si.Teol. Refleksi firman Tuhan diambil dari pembacaan Alkitab Markus 10:46-52 dan 1 Korintus 12:12. Selaras dengan itu, perayaan ini mengusung tema sentral “Kasih Karunia Allah yang Merangkul Semua” dengan subtema yang diambil dari 2 Korintus 12:9: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.”

Suasana ibadah semakin menyentuh hati dengan hadirnya berbagai persembahan pujian dan karya dari kaum disabilitas. Mulai dari sumbangan puji-pujian oleh SLB Negeri Pembina Buper, penampilan vokal grup dari Yayasan Humania, hingga pembacaan puisi yang penuh penghayatan oleh perwakilan SLB Negeri 1 Jayapura.

Apresiasi dan Komitmen Nyata Sinode GKI

Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th., dalam sambutannya mengaku sangat terharu dan bangga menyaksikan jalannya acara. Ia memberikan apresiasi khusus kepada dua orang pembawa acara (MC) yang merupakan staf Kantor Sinode.

“Mereka yang tadinya kami panggil dan kami gali bakatnya. Bahkan, pembawa acara perempuan tadi itu salah satu yang tadinya harus menggunakan tongkat, namun sekarang sudah bisa lepas tongkat. Terima kasih untuk semua dedikasi,” ujar Pdt. Andrikus Mofu disambut tepuk tangan meriah dari jemaat.

Ia menjelaskan, tahun ini GKI di Tanah Papua telah menetapkan tema sentral sebagai “Tahun Kepedulian”. Implementasi nyata dari tema ini diwujudkan melalui program pelatihan, pembekalan, dan pemberdayaan kaum disabilitas yang dimotori oleh departemen terkait.

Kolaborasi Berkelanjutan di Bulan September

Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Andrikus Mofu juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Trainer asal Kota Solo, Jawa Tengah yang bernama Kuncoro atas kontribusi dan dedikasi luar biasanya dalam program pendampingan disabilitas ini.

Meski tidak diikat oleh dokumen MoU formal, ikatan hati yang kuat membuat Pekerja Sinode sepakat untuk mengundang kembali Kuncoro pada bulan September mendatang untuk melaksanakan pelatihan gelombang kedua.

“Pada bulan September nanti, Bapak tidak hanya datang sebentar, melainkan tinggal selama satu bulan penuh di Papua sampai bisa menikmati makanan khas Papua di sini,” tambah Ketua Sinode.

Menutup sambutannya, Pdt. Andrikus Mofu mengingatkan bahwa pelayanan ini tidak boleh berhenti pada niat baik semata. Ia mengajak seluruh pihak, baik gereja maupun pemerintah, untuk terus melangkah bersama melakukan tindakan nyata demi menghapus rasa minder dan membangun rasa percaya diri saudara-saudara penyandang disabilitas di tengah masyarakat. (QB)