Ketum Bara JP Dukung Langkah Gubernur Pemanfaatan Dana Cadangan untuk Pembangunan Papua Kekinian

tvpapua.com, Jayapura, 04/08
JAYAPURA – Rencana Pemerintah Provinsi Papua untuk mengalihkan dan memanfaatkan dana cadangan daerah demi kepentingan pembangunan mendesak mendapat dukungan positif. Langkah tersebut dinilai sah dan wajar mengingat situasi keuangan daerah saat ini sangat membutuhkan suntikan anggaran demi menggerakkan roda pembangunan bagi masyarakat.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP), Willem Frans Ansanay. Menurutnya, kebijakan Gubernur bersama DPR Papua dalam mengoptimalkan dana simpanan daerah tersebut merupakan keputusan yang sangat tepat dan rasional melihat kondisi kekinian di Bumi Cenderawasih.
Frans Ansanay menjelaskan, keberadaan dana cadangan ini bukan hal baru. Berdasarkan pengetahuannya, regulasi dana simpanan ini sudah ditetapkan sejak masa kepemimpinan Gubernur Barnabas Suebu (Bas Suebu).
“Sepengetahuan saya, dana cadangan itu pertama kali ditetapkan di era Pak Gubernur Bas Suebu melalui Perdasi Nomor 1 Tahun 2010,” ujar Frans Ansanay di Jayapura, Selasa (4/8/26).
Ia menambahkan, kebijakan tersebut terus dipertahankan dan berlanjut di era kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe. Namun, dalam dinamika pemerintahan saat ini, regulasi tersebut perlu diubah agar dana cadangan bisa segera dicairkan untuk membiayai program pembangunan yang mendesak.
Secara konsep, Frans menggarisbawahi bahwa dana cadangan pada hakikatnya adalah stok simpanan keuangan daerah. Dana ini sengaja disisihkan agar sewaktu-waktu bisa diambil sebagai dana talangan apabila kondisi keuangan atau Pendapatan Asli Daerah (PAD) sedang mengalami penurunan.
“Namanya dana cadangan, dicadangkan untuk apa? Paling utama tentu untuk keperluan pembiayaan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP),” tegas Ketum Bara JP tersebut.
Bagi Frans, langkah meredistribusi dana simpanan ini adalah hal yang wajar dilakukan oleh Provinsi Papua yang minim PAD agar program pembangunan bisa berjalan untuk memenuhi kepentingan rakyat sebagai objek pembangunan.
Selain mendukung pemanfaatan dana cadangan internal, Bara JP juga memberikan apresiasi tinggi terhadap keaktifan Gubernur Papua saat ini yang terus melakukan lobi intensif ke pemerintah pusat.
“Kita melihat upaya-upaya Gubernur hari ini dengan melobi pemerintah di pusat dan menyampaikan segala kondisi daerah secara langsung, itu patut kita berikan apresiasi,” ungkapnya.
Namun, Frans mengingatkan bahwa setiap pergerakan birokrasi dan eksekusi program pembangunan ke depan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, pencairan dana cadangan saat ini dirasa momentumnya sangat pas.
“Jika Gubernur bersama dengan DPR menyetujui dana cadangan ini diambil, menurut saya tidak ada masalah. Kondisi hari ini sangat tepat karena anggaran itu lebih sangat dibutuhkan di era Gubernur saat ini dibanding zaman-zaman sebelumnya,” tuturnya menutup wawancara.
Frans meyakini, masyarakat luas di Tanah Papua akan sangat mengerti dan mendukung penuh kebijakan ini selama tujuannya kembali pada pemenuhan hak-hak dasar rakyat. (QB)
- Agu, 04, 2026
- Author: Bebo
- Categories: Berita
- No Comments.
News
- Kampung Holtekamp Raih Juara 1 Se-Kota Jayapura pada HUT RI ke-81, Plt Kepala Kampung: Ini Awal Perubahan 17 Agustus 2026
- Pertamina Salurkan Bantuan Gempa Flores dan Gelar Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026
- Momentum HUT ke-81 RI, H. Jaya Kusuma Ajak Warga dan Pemuda Kawal Pembangunan Papua 17 Agustus 2026
- Wali Kota Abisai Rollo Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Jayapura: Rayakan Keberagaman dan Hargai Jasa Veteran 17 Agustus 2026
- Lomba Domino, Barisan Merah Putih Papua Meriahkan HUT RI ke-81 di Jayapura 16 Agustus 2026
- Yan Mandenas Raih Gelar Doktor Hukum Unpad, Tawarkan Konsep Baru untuk Otsus Papua 16 Agustus 2026
- Pemkot Jayapura Kukuhkan Tim Paskibraka HUT ke-81 RI 16 Agustus 2026
- Semarakkan HUT RI ke-81, Wali Kota Jayapura Imbau Masyarakat dan ASN Berpartisipasi Aktif 16 Agustus 2026
- Aksi Unjuk Rasa di Kota Jayapura Sempat Ricuh, 7 Personel Dirawat Inap, Situasi Kembali Kondusif 15 Agustus 2026
- Sambut HUT RI ke-81, Pemuda Adat Jayapura Gelar Festival Budaya dan Pawai Damai Merah Putih 15 Agustus 2026
Komentar Terbaru
Arsip
- Agustus 2026
- Juli 2026
- Juni 2026
- Mei 2026
- April 2026
- Maret 2026
- Februari 2026
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Oktober 2025
- September 2025
- Agustus 2025
- Juli 2025
- Juni 2025
- Mei 2025
- April 2025
- Maret 2025
- Februari 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- November 2024
- Oktober 2024
- September 2024
- Agustus 2024
- Juli 2024
- Juni 2024
- Mei 2024
- April 2024
- Maret 2024
- Februari 2024
- Januari 2024
- Desember 2023
- November 2023
- Oktober 2023
- September 2023
- Agustus 2023
- Juli 2023
- Juni 2023
- Mei 2023
- April 2023
- Maret 2023
- Februari 2023
- Januari 2023
- Desember 2022
- November 2022
- Oktober 2022
- September 2022
- Agustus 2022
- Juli 2022
- Juni 2022
- Mei 2022
- April 2022
- Maret 2022
- Februari 2022
- Desember 2021
- November 2021
- Oktober 2021
- Agustus 2021
- Juli 2021
- Juni 2021
- Mei 2021
- April 2021
- Maret 2021
- Februari 2021
- Januari 2021
- Desember 2020
- November 2020
- Oktober 2020
- September 2020
- Agustus 2020
- Juli 2020
- Juni 2020
- Mei 2020
- April 2020
- Maret 2020
- Februari 2020
- Januari 2020
- Desember 2019
- November 2019
- Oktober 2019
- September 2019
- Agustus 2019
- Juli 2019
- Juni 2019
- Mei 2019
- April 2019
- Maret 2019
- Februari 2019
- Januari 2019
- Desember 2018
- November 2018
- Oktober 2018
- September 2018
- Agustus 2018
- Juli 2018
- Juni 2018
- Mei 2018
- April 2018
- Maret 2018
- Februari 2018
- Januari 2018
- Desember 2017
- November 2017
- Oktober 2017
- September 2017
- Agustus 2017
- Juli 2017
- Juni 2017
- Mei 2017
- Februari 2017


Twitter
