Respons Willem Frans Ansanay Terkait Flyer dirinya sebagai Cagub Papua 2029-2034: Itu Selebaran Liar, Hoax, Perbuatan Oknum bermental rendah”

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 01/08

JAYAPURA – Ketua Umum DPP Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) sekaligus Kader Partai Golkar, Willem Frans Ansanay, angkat bicara mengenai beredarnya flyer (selebaran digital) yang menyandingkan dirinya sebagai Calon Gubernur Papua 2029-2034. Willem dengan tegas menyatakan bahwa flyer tersebut adalah HOAX, dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab tanpa adanya komunikasi terlebih dahulu dengan dirinya.

Willem mengaku merasa risih karena narasi dalam flyer tersebut akan memicu multi-interpretasi, multi tafsir dan bisa membuat kegaduhan di tengah masyarakat yang sementara sedang dibangun oleh pasangan MARIYO sesuai janji politik selama kampanye.

“Banyak pihak yang langsung menghubungi dirinya untuk mengkonfirmasi kebenaran pencalonan tersebut,” jawabannya HOAX, jelasnya saat ditemui awak media di Jayapura, Jumat (31/7/26).

Menurut Willem, pembuat flyer sama sekali tidak memahami dinamika regulasi pemerintahan dan keputusan hukum terkait periodisasi pemilu di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa tidak ada periodisasi kepemimpinan gubernur untuk tahun 2029–2034.

“Berdasarkan aturan keserentakan pemilu legislatif dan Pilkada daerah akan berlangsung pada tahun 2031, kekosongan jabatan 2029-2031 pada periode tersebut nantinya akan diisi oleh Penjabat (Pj/Plt) dari Kementerian Dalam Negeri. Jadi pemilihan Gubernur Provinsi Papua akan dilakukan tahun 2031 bukan melalui Pilkada di tahun 2029,” urainya.

Lebih lanjut, Willem menilai selebaran tersebut sengaja digulirkan untuk membenturkan dirinya dengan kader-kader Partai Golkar di Provinsi Papua. Ia menegaskan selain sebagai kader Partai Golkar yang juga sekaligus sebagai Ketua Umum DPP Bara JP, dirinya sudah menyampaikan sikap Bara Jp berkomitmen penuh mengawal pemerintahan di Papua, karena pemerintahan hari ini di dukung juga oleh Bara Jp saat PSU (Pemilihan Suara Ulang) tanggal 6 Agustus 2024. Dengan kata lain, Bara Jp sebagai ormas relawan merupakan pendukung dalam memenangkan pasangan Fakhiri-Aryoko saat Pilkada Gubernur Papua tahun 2024.

WFA juga menyinggung bawa dirinya sebagai kader Partai Golkar pernah sebagai Caleg DPR RI tahun 2024 telah ikut membekali caleg-caleg daerah dengan APK sehingga lewat kerja-kerja caleg baik yang terpilih maupun tidak terpilih pada tahun 2024 itu juga ikut memenangkan 9 kursi legislatif di Provinsi Papua, maka kewajibannya akan berjuang bersama kader Partai Golkar di Papua untuk meningkatkan jumlah kursi DPR Papua. Karena itu bisa saja flayer ini dibuat oleh “oknum-oknum” internal Partai Golkar di Papua atau oknum partai lain atau aktivis di papua dengan sengaja mengadu domba sesama kader Partai Golkar. Willem menegaskan tidak akan melangkahi aturan dan wewenang organisasi Partai Golkar.

“Tugasnya hari ini adalah tegak lurus pada perintah Partai Golkar lewat kerja POKJA ORGANISASI untuk kordinasi dengan semua ketua DPD I Partai Golkar seluruh Indonesia apakah sudah konsolidasi kemudian meminta laporannya guna database organisasi di DPP Partai Golkar. Struktur dan pengurusnya semua sudah berjalan dan memiliki KTA Partai Golkar. Kemudian mendorong DPD I lakukan konsolidasi DPD II Partai Golkar sampai tingkat Desa Kelurahan. Dalam konteks itu semua kader Partai Golkar wajib bekerja sama. Menutup percakapannya WFA berharap semua pimpinan Partai Golkar di Daerah Provinsi dan kabupaten/kota, kecamatan dan Desa/Kelurahan di Provinsi Papua harus terus bekerja wujudkan harapan masyarakat Papua yaitu kesejahteraan lewat Program Papua Mandiri, Sehat dan Sejahtera, Pembangunan yang berpihak pada masyarakat. WFA optimis banyak kader PG yang SDM-nya cerdas sehingga mampu membangun masa depan masyarakat di Provinsi Papua,” tegas Willem Frans Ansanay. (QB)