Pesan Ketua Umum PP Perdatin pada Pelantikan Pengurus Papua: Cabang Adalah Wajah Organisasi di Daerah

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 11/04

JAYAPURA – Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PP Perdatin), Irjen Pol. dr. Asep Hendra Diana, Sp.An-TI, Subsp.TI(K), M.Kes, memberikan pesan strategis pada pelantikan pengurus Perdatin Cabang Papua periode 2025-2028.

Meskipun berhalangan hadir langsung karena tugas kedinasan mendampingi Kapolri di Denpasar, sambutan tertulis beliau dibacakan oleh Sekretaris I PP Perdatin, dr. Tori Sepriwan, Sp.An-TI, Subsp.NA(K) di Jayapura, Senin (11/4/2026).

Dalam pesannya, dr. Asep menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum peneguhan amanah profesional untuk memajukan pelayanan anestesiologi di daerah. Ia menyebut pengurus cabang memiliki peran krusial sebagai garda terdepan organisasi.

“Cabang adalah wajah Perdatin di daerah. Di sanalah pembinaan anggota, penguatan solidaritas, peningkatan kompetensi, serta sinergi dengan IDI wilayah dan pemangku kepentingan dijalankan secara nyata,” tegas dr. Asep dalam sambutan tertulisnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa tantangan praktik kedokteran saat ini semakin kompleks, mulai dari dinamika regulasi hingga tingginya ekspektasi masyarakat terhadap keselamatan pasien. Oleh karena itu, Perdatin harus hadir sebagai pelindung anggota sekaligus penjaga mutu pelayanan dan etika profesi.

“Saya berharap pengurus yang baru dilantik dapat bekerja secara kolektif dan inklusif. Kedepankan kepentingan organisasi dan jadilah teladan dalam etika, disiplin, serta profesionalisme,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Ketua Umum PP Perdatin memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus Papua yang baru dilantik dan berharap mereka dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas demi kemajuan profesi dan keselamatan pasien di tanah Papua.

Acara pelantikan tersebut tetap berlangsung khidmat meski tanpa kehadiran fisik sang Ketua Umum, dengan dihadiri oleh jajaran pengurus IDI Wilayah Papua dan organisasi profesi kesehatan setempat. (QB)