Dorong Ekonomi Syariah dan Digitalisasi, BI Papua Gelar SHAFAR 2026

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 24/02

JAYAPURA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua resmi menggelar ajang SHAFAR 2026 pada 20–21 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi syariah sekaligus mempercepat digitalisasi transaksi di Bumi Cendrawasih, terutama menjelang bulan Ramadan.

BI Papua menilai ekonomi syariah punya potensi besar karena posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar. Namun, merujuk data State of Global Islamic Economy (SGIE) 2025, Indonesia masih bertengger di peringkat ketiga dunia, dan posisi keenam khusus di sektor keuangan syariah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono mengatakan tren digitalisasi di Papua terus meroket. Sepanjang tahun 2025, transaksi QRIS di Papua dan daerah pemekarannya menembus angka 41,9 juta transaksi, yang disokong oleh 271 ribu merchant serta 221 ribu pengguna.

​”Melalui penyelenggaraan SHAFAR 2026, Bank Indonesia berharap kegiatan ini dapat menjadi katalisator dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasis digital di Papua,” katanya dalam rilis yang diterima tvpapua.com.

Fokus pada QRIS dan Sertifikasi Halal

Ajang ini menyediakan berbagai agenda menarik, mulai dari lomba akuisisi merchant QRIS di rumah ibadah dan pelaku usaha halal, hingga talkshow soal literasi dan sertifikasi halal. Tak hanya itu, ada juga berbagai perlombaan seperti dakwah, hafidz Al-Qur’an, dan mewarnai yang diikuti lebih dari 1.000 peserta dari kalangan santri hingga masyarakat umum.

BI juga menyelipkan edukasi mengenai Perlindungan Konsumen serta sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
​Untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau selama Ramadan, SHAFAR 2026 menghadirkan 14 tenant produk halal serta rangkaian Gerakan Pangan Murah.

BI Papua menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk mendorong transformasi pelaku usaha agar beralih ke sistem pembayaran yang lebih modern.

​”Sekaligus mendorong transformasi pelaku usaha menuju sistem pembayaran yang lebih cepat, mudah, murah, dan aman melalui QRIS,” tutup Warsono. (***)