Gubernur Papua Dorong Pelayanan Publik Mobile untuk Daerah Terpencil Mamberamo Raya

Spread the love
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, saat di wawancarai para awak media di kantor Gubernur Papua/ Rio

tvpapua.com, Jayapura, 30/10

Jayapura – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan dengan para bupati dan wali kota se-Papua untuk sinkronisasi visi-misi pembangunan.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menyoroti tantangan konektivitas di daerah terpencil seperti Mamberamo Raya dan mendorong solusi pelayanan publik bergerak (mobile), terutama untuk kesehatan.

Sinergi Jadi Kunci Pembangunan

Gubernur Matius D. Fakhiri mengatakan, fokus awalnya adalah memotret kesehatan organisasi pemerintahan daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Provinsi, Kabupaten, dan Pemerintah Pusat demi percepatan pembangunan.

“Tata kelola pemerintahan kan sudah jalan dua tahun pasca Pilkada. Saya itu baru terpilih di penghujung tahun kedua,” kata Gubernur.

Ia menambahkan, visi-misinya, yaitu percepatan pembangunan Papua Cepat dan Harmonis, harus sinkron dengan para bupati/wali kota, yang sebagian besar memiliki visi-misi yang hampir sama karena merujuk pada visi-misi besar Presiden.

Konektivitas Mamberamo Raya Jadi Isu Utama

Secara khusus, Gubernur menanggapi masalah di Mamberamo Raya yang tadinya ia pikir terbelakang di segala hal, mulai dari kesehatan sampai stunting yang tinggi. Namun, ia menemukan bahwa pelayanan publik di sana sudah berjalan baik.

“Rupanya bukan itu, layanan publik ini berjalan dengan baik. Tetapi faktor konektivitas itu, hubungan antara distrik dan distrik ini yang sangat sulit,” kata Gubernur.

Gubernur berharap, rapat ini jadi langkah awal mencari solusi terbaik untuk pelayanan di sana. Ia mencontohkan langkah yang sudah dibicarakan dengan Panglima Kodam (Pangdam) terkait pelayanan kesehatan.

“Saya beberapa waktu lalu ngomong dengan Pangdam. Panglima Kodam kan punya armada kapal-kapal, contoh untuk kesehatan. Nanti kalau bisa kita kasih masuk di Teba, sehingga itu bisa mengatasi operasi-operasi yang dilakukan di Mamberamo, untuk kesehatan,” ujarnya.

Dengan memanfaatkan kapal yang bisa beroperasi, warga tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk penerbangan ke Jayapura, yang bisa mencapai Rp 60 juta.

Solusi Pelayanan ‘Mobile’ dan Kolaborasi Lintas Sektor

Untuk mengatasi masalah konektivitas, Gubernur ingin menerapkan layanan mobile atau pelayanan yang mendatangi masyarakat di dusun-distrik. Hal ini juga akan dimasukkan dalam program usulan ke Kementerian terkait untuk anggaran 2026.

“Nanti kita siapkan guru-guru, jadi dari Kapolda akan siapkan tenaga pendidik. Akan kita manfaatkan untuk datang mungkin dua minggu berikan pelajaran kepada anak-anak kita, sehingga walaupun mereka terpencil terputus karena konektivitas, tapi ada kita yang datang,” katanya.

Gubernur optimistis, dengan kolaborasi semua pihak, termasuk TNI/Polri dan lembaga lain, percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi bisa didorong sampai ke kampung-kampung. (Rio)