Program KB di Papua Harus Berbasis Kearifan Lokal

Fredrik Sokoy, S.Sos.M.Si (baju putih) di dampingi Kepala BKKBN RI, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) dan Asisten Setda Papua DR. H. Muh Musa’ad/ Istimewa

tvpapua.com, Jayapura, 20/11

JAYAPURA — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN), dalam upaya menyukseskan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Papua, harus melakukan pendekatan berbasis kearifan lokal di setiap wilayah adat.

Hal itu disampaikan Pembantu Rektor IV Uncen Fredrik Sokoy, S.Sos.M.Si dalam Diskusi Terarah yang digelar BKKBN menghadirkan Kepala BKKBN RI, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), Senin (18/11) di SwissBel Hotel, Jayapura.

Seperti diketahui bersama Papua dihuni oleh dua ratus lebih suku dengan budaya dan karakter yang berbeda, yang ada di lima wilayah adat, yakni Tabi, Saireri, La Pago, Mee Pago dan Anim Ha

“Kita harus mengubah atau memperbaharui tema yang akan dibawakan melalui pendekatan berbasis budaya, agama, seni dan sebagainya di setiap wilayah adat,” kata Sokoy

Sehingga pada saat melakukan kampanye KB, Masyarakat akan tertarik mendengarkan, karena banyak nilai positif dari program tersebut.

“Yang dibutuhkan dari Re-orientasi program ini yakni pendekatan adat, marga, keret,” ujarnya

Sokoy memberi contoh pelaksanaan Program Kampung KB, dimana program ini tidak membahas kontrasepsi, tetapi didalamnya ada perencanaan yang dilakukan bersinergi dengan sejumlah dinas dan swasta yang turut membantu menyejahterahkan keluarga di kampung itu.

“Nah contoh ini akan berdampak besar terhadap masyarakat di kampung lain untuk mengikutinya,” katanya.

Sementara itu, guna memaksimalkan kinerja dalam melakukan sosialisasi dan pendekatan ke lima wilayah adat di Papua, Anggota DPR Papua, Natan Pahabol meminta agar Kepala BKKBN RI dapat melakukan penambahan anggaran untuk Perwakilan BKKBN Papua.

“Saya berharap melalui kegiatan ini sosialisasi ke kabupaten harus diperkuat. Saya usulkan di setiap wilayah adat ada semacam kantor UPT dari BKKBN selain Perwakilan BKKBN Provinsi demi menyukseskan program penguatan dan peningkatan kesejahteraan keluarga Papua,” katanya. (QB)

%d blogger menyukai ini: