Deklarasi Papua Damai Bergema di Merauke

Deklarasi Bersama menjaga Papua Tanah Damai, di halaman Kantor Bupati Merauke/ Istimewa

tvpapua.com, Jayapura, 17/09

Merauke – Deklarasi Bersama dalam rangka menjaga Papua Tanah Damai, Senin (16/09) siang, digelar di halaman Kantor Bupati Merauke dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat serta pemerintah setempat. 

Deklarasi yang digelar di tapal batas Indonesia ini dibuka dengan doa dari lima tokoh agama, dan dilanjutkan dengan Pawai Budaya Nusantara, kemudian pembacaan deklarasi sekaligus penandatanganan Deklarasi Cinta Damai. 

Empat poin yang disepakati dalam deklarasi, antaralain;

pertama, menjaga persatuan dan kesatuan di Tanah Papua dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

Kedua, hidup berdampingan secara rukun dan damai dengan penuh kasih, dalam bingkai Izakod bekaiIzakod kai. 

Ketiga, sepakat tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar dan menolak rasis dan hoax.

Keempat, meminta pemerintah provinsi dan kabupaten /kota di seluruh Indonesia untuk memberi perlindungan dan kenyamanan kepada warga Papua yang berdomisili atau sedang studi di daerah masing-masing.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada TNI, Polri, dan masyarakat yang telah sama-sama menjaga kedamaian dalam perbedaan di tanah Papua, khususnya di Merauke.

“Kami ingin semua Etnis Nusantara jangan takut akan keamanan. Mari saling menghargai, menghormati dan saling mengayomi. Pemerintah telah membangun tanah Papua dengan sangat luar biasa. Terimakasih bapak Presiden Jokowi, serta pihak TNI- Polri sehingga Papua tetap aman dan kondusif,” ujarnya di hadapan ribuan masyarakat, Senin (16/09). 

“Kami dengan setia mengibarkan semangat persatuan dan kesatuan dari tempat ini. Kita kirim matahari terbit dari Merauke hingga ke Sabang,” sambung Bupati Gebze.

Staf Ahli Kepresidenan Dr. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si yang diutus langsung oleh presiden, dalam kesempatan ini menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama dan tokoh masyarakat atas terjaganya kedamaian di Merauke.

Ngabalin mengatakan, dirinya akan mengusulkan ke presiden agar Pawai Budaya Nusantara digelar secara berjenjang, dari Merauke hingga Sabang. Hal ini dimaksud untuk melihat sejauh mana masyarakat Indonesia mampu mengenali toleransi dan keberagaman.

“Kalau mau mengukur kedamaian Indonesia tidak usah jalan jauh-jauh, datang saja ke Merauke. Mari kita jaga negeri tetap aman dan damai, kita sentuh masyarakat dengan cinta,” katanya. (PT)

Post Tagged with , ,

%d blogger menyukai ini: