Rapat Anggota Tahunan akan Putuskan Cabor PON XX

Wakil Ketua KONI Pusat, Mayjen TNI Purn Suwarno, saat diwawancarai para wartawan/ MD

tvpapua.com, Jayapura, 02/03

Komite Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang berlangsung di Sahid Hotel selama dua hari, 1 Maret – 2 Maret 2019.

Rapat anggota tahunan tersebut akan memutuskan cabang-cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Rapat anggota tahunan KONI Papua yang dihadiri seluruh KONI Kabupaten/Kota, Pimpinan Pengprov Cabor, PB PON Papua, KONI Pusat dan Kemenpora ini akan membahas sejumlah hal penting dan finalisasi penetapan cabor sekaligus nomor-nomor yang akan dipertandingkan, pelaksanaan TC, baik di dalam atau di luar negeri. serta berapa honor yang diberikan kepada atlet-atlet PON nantinya.

Wakil Ketua KONI Pusat, Mayjen TNI Purn Suwarno mengatakan, hasil rapat yang akan diputuskan dalam rapat ini nantinya akan dibawa dalam rapat anggota KONI pusat yang akan datang. Dirinya juga mengusulkan untuk setidaknya cabor PON yang akan dipertandingkan sebanyak 49 cabang olahraga.

“Kalau kita maunya sih 49 cabor karena cabor bowling disini mungkin karena anggarannya terbatas tidak akan diadakan. Harapan KONI mestinya bisa 49,” ujarnya kepada sejumlah wartawan di Jayapura, Jumat (01/02).

Menurutnya, arung jeram, bola tangan, panjat tebing yang tidak membutuhkan banyak anggaran dan atlet yang banyak, perlu dimasukkan, termasuk terjun payung dan gantole yang merupakan dua sub cabor aero sport.

“Kita berharap ini nantinya akan menjadi bahan untuk kita bawa ke rapat anggota, kan ada perubahan, kalau tadinya Papua setuju dengan 50 cabor oke tidak masalah, tapi kalau maunya dikurangi mudah-mudahan kita bisa selesaikan ini dan akan kita bawa lagi dalam rapat anggota KONI,” katanya.

Dirinya menambahkan bahwa Papua mengalami keterlambatan dalam menyiapkan atlet, oleh sebab itu dia menyarankan harus memanfaatkan waktu yang tersisa dengan maksimal dan efektifitas penggunaan waktu juga melakukan koordinasi-koordinasi dengan pihak terkait supaya ada kelancaran.

“Jangan sampai ada masalah nanti kaitannya dengan mutasi dan lain sebagainya, selesaikan secara tuntas agar nanti tidak menjadi masalah di tim keabsahan maupun di dewan hakim pada saat pertandingan,” ujarnya. (MD)

%d blogger menyukai ini: