KASUS HIV-AIDS TINGGI DI PAPUA, LINTAS SEKTOR DIHARAPKAN IKUT BERPERAN

Caption : Kepala Dinas Kesehatan Papua drg. Aloysius Giyai, M.Kes/ Istimewa

tvpapua.com, Jayapura, 03/12

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes mengatakan
Jumlah kasus HIV-AIDS di Provinsi Papua menembus angka 38.874 per 30 September 2018 dimana Papua menempati urutan ke-4 dari 34 provinsi setelah DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Dinas kesehatan Provinsi Papua dalam menunjukan kepeduliannya kepada masyarakat, terus mengajak masyarakat untuk selalu hidup sehat, hal ini dilakukan bukan hanya di kota saja tetapi sampai di pelosok Papua.

Terkait hal tersebut, dalam rangka hari AIDS sedunia Dinas Kesehatan Provinsi Papua menggelar jumpa pers untuk menyampaikan latar belakang dan situasi pengendalian HIV-AIDS di Papua, bersama mitra kerja program HIV-AIDS, Jumat(30/11/2018),di ruang rapat dinas kesehatan Provinsi Papua.

“Kami jajaran dinas kesehatan Papua akan menyampaikan perkembangan HIV-AIDS di Papua, sudah menembus total 38.874 kasus,terdiri 14.581 kasus HIV, 24.293 kasus AIDS.Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Dilapangan penemuan kasus bertambah karena kita mampu mengalakan promosi kesehatan kepada masyarakat untuk melakukan tes sukarela di pelayanan kesehatan.Hasil dari pemeriksaan mendapatkan lingkungan yang mengalami tingkat penularan HIV-AIDS tertingi di lingkungan Penambangan liar,dimana transaksi seks PSK dibayar dengan hasil dulang emas, tidak mesti cash atau tunai.kemudian wilayah-wilayah yang peredaran miras tinggi, juga kumpulan anak Aibon,”Jelasnya.

Sejumlah hasil survei LSM menilai banyak terjadi seks bebas dikalangan remaja.”Jika hal ini tidak dihentikan penyebarannya akan cepat sekali,” kata Aloysius.

Kemudian Aloysius mengungkapkan bahwa Dinas kesehatan terus memberikan pengobatan rutin antiretroviral (ARV) dan pelayanan medis secara Psikologis kepada para penderita Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA). Obat ini dikirim dari Kementerian Kesehatan RI dan dikonsumsi gratis oleh para ODHA.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis AIDS. Tuberkulosis (TB). dan Malaria (ATM) Dinas Kesehatan Papua dr. Bery Wapori.M.kes mengatakan koordinasi diperlukan untuk memastikan bentuk kegiatan yang sesuai dengan tema di Papua “Sa berani,Sa sehat” sebagai peringatan hari AIDS sedunia.

“Hari HlV/AIDS sedunia ini kita memang harus segera melakukan koordinasi karena belum ada arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memberi petunjuk perencanaan peringatan hari AIDS sedunia pada 1 Desember 2017 seperti apa.” Tandasnya.(QB)

%d blogger menyukai ini: